Reading Twilight Over Burma by Inge Sargent

Novel pembuka tahun ini, Twilight Over Burma: My Life as a Shan Princess, karya Inge Sargent.

Sebuah kisah nyata. Novel ini diterbikan oleh University of Hawai’i Press, 1994. Sebuah film telah dibuat dengan judul yang sama pada Mei 2016 -filmnya dicekal di Myanmar dan Thailand. Saya rangkumkan kisahnya sebagai berikut.

Pada 1951, Inge Eberhard, seorang gadis yang berasal dari Carinthia, Austria, mendapatkan beasiswa Fulbright dari Pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas Denver, Colorado. Suatu hari di perjamuan makan malam, ia bertemu dengan Sao Kya Seng (1924-1962), mahasiswa dari Colorado School of Mines, Universitas Denver yang berasal dari Hsipaw, Shan State, Burma (sekarang: Myanmar). Singkat cerita, pertemuan dua mahasiswa tersebut berlanjut: mereka jatuh cinta, dan memutuskan untuk menikah. Namun di tengah interaksi mereka di Amerika, Inge sempat terheran: mengapa seorang mahasiswa dari Burma bisa mempunyai mobil mewah, dan mengendarainya ke kampus?

Pada awal Januari 1954, mereka pulang ke Burma dengan kapal SS Warwickshire yang berlayar menuju Rangoon (sekarang: Yangon). Menjelang kapal merapat di Pelabuhan Rangoon, terlihat puluhan orang berdiri, termasuk mereka yang menyambut di atas sampan kecil berhias bunga. Orang-orang berbaris dengan pakaian bewarna rupa: merah, kuning, hijau, biru. Inge terheran, sebagaimana orang-orang di atas SS Warwickshire: siapakah orang besar yang datang? Ketika Inge bertanya, Sao Kya Seng mengajak ia ke ruang makan, lalu memberitahu Inge bahwa orang-orang itu menyambut mereka berdua.

Baru di saat itu Inge tahu bahwa pemuda yang baru menikahinya adalah seorang pangeran, tepatnya Prince of Hsipaw, yang membawahi seluruh wilayah Shan State. Ia adalah Saophalong, dan orang-orang tadi adalah masyarakat Hsipaw yang bersafar 800 km ke Rangoon untuk menyambut mereka. Ketika sampai di Hsipaw, Sao Kya Seng dilantik kembali sebagai Prince of Hsipaw pada tahun 1959, dan Inge Berhard sebagai Princess of Hsipaw, dengan nama baru: Nao Sang Thusandi. Orang-orang Hsipaw memanggil istri pangeran mereka sebagai Mahadevi (Mahadewi).

Ia menjadi anggota Chamber of Nationalities pada tahun 1954-1962 semacam Senat Burma waktu itu. Dari tahun 1954 sampai 1962, ia menjabat sebagai anggota Konsil Shan Statedan sekretaris Asosiasi Pangeran-Pangeran Shan. Ia ditangkap pada 1962, setelah kudeta militer yang dipimpin Jenderal Ne Win. Menurut beberapa saksi, Sao Kya Seng terakhir terlihat di sebuah kamp penahanan di sebuah checkpoint di dekat Taunggyi.

Kisah ini adalah sumber primer dari Inge Eberhard, Mahadewi terakhir dari Hsipaw, sekaligus istri dari pangeran terakhir Hsipaw. Pada 1966, Inge pindah ke Amerika Serikat (setelah sebelumnya lari ke Austria). Ia pindah ke AS bersama kedua putrinya, Mayari dan Kennari, menyelesaikan sekolah dan menjadi guru. Ia kemudian mendirikan organisasi yang berfokus menangani pengungsi dari Burma, dan masih dianggap orang-orang Shan sebagai Mahadewi mereka. Ia menikah kembali pada 1968 denga Howard Sargent dan mengubah namanya menjadi Inge Sargent.

Setiap tahun, Kennari dan Mayari, mengirim surat kepada Pemerintah Myanmar untuk meminta informasi tentang keadaan sebenarnya dari ayah mereka, Sao Kya Seng. Namun hingga saat ini surat-surat itu belum pernah terbalas. Inge Sargent dan kedua putrinya masih hidup di dekat Boulder, Colorado, Amerika Serikat.

Reading Twilight Over Burma by Inge Sargent

View on Path

Advertisements

Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: