BERSIH 4.0: Angin Reformasi di Malaysia?

Oleh: Muhammad Ihsan Harahap

Satu Pemandangan dari BERSIH 4.0 di Malam Hari. (Credit: The Malaysian Insider)

Tahun 2015 mungkin menjadi tahun yang cukup bergejolak untuk Malaysia. Di awal tahun, tepatnya 10 Februari 2015, Mahkamah Federal menolak kasasi Anwar Ibrahim, pemimpin koalisi Pakatan Rakyat, dan menjebloskannya ke penjara dengan hukuman lima tahun atas kasus sodomi yang dituduhkan kepada Anwar. Vonis itu mendatangkan kecaman dari seluruh dunia dengan komentar bahwa vonis tersebut berlatar belakang politik, termasuk di antaranya Human Rights Watch (HRW) yang menyebut hukuman itu sebagai penyiksaan. Amnesty International menyatakan bahwa vonis ini adalah ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

Pada 10 Agustus 2015, bertepatan dengan ulang tahun Anwar Ibrahim, sekurangnya 40 tokoh dan intelektual dunia mengirimkan surat penuntutan pembebasan Anwar Ibrahim dari penjara. Dari kalangan pemerintahan, tokoh seperti B.J. Habibie, Al Gore, Rached Ghannouchi, termasuk ikut menyerukan tuntutan. Sedangkan kalangan intelektual tak ketinggalan dengan diwakili oleh nama-nama seperti Noam Chomsky, Tariq Ramadan, Francis Fukuyama, Yusuf Al-Qardhawi, Slavoj Zizek, Karen Armstrong, John L. Esposito dan lainnya.

BERSIH 4.0

Belum selesai dengung protes terhadap Pemerintah Malaysia atas tuntutan pembebasan Anwar, akhir Agustus ini Malaysia kembali diramaikan oleh gerakan yang menamakan diri “BERSIH”. Tuntutannya jelas dan tajam: menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia, Najib Abdul Razak.

Tuntutan ini berawal dari sebuah berita yang dimuat di The Wall Street Journal yang melaporkan adanya dana sebesar 700 Juta Dolar Amerika Serikat yang masuk ke rekening milik Perdana Menteri Najib. Gerakan BERSIH menduga dana ini berhubungan dengan proyek 1MDB (1 Malaysia Development Berhad), Meski begitu, menurut MACC (Malaysian Anti-Corruption Commission) dana tersebut berasal dari donatur di Timur Tengah yang identitasnya belum diketahui.

Demonstrasi yang bertempat di kawasan Dataran Merdeka di Kuala Lumpur ini berlangsung pada tanggal 29 sampai 30 Agustus 2015. Sekurangnya 100.000 massa memadati kawasan Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, selama dua hari. Massa demonstran bertahan hingga pagi 31 Agustus 2015, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Malaysia yang kini memasuki usia 57 tahun.  Aksi demonstrasi ini diikuti sekurangnya 100.000 orang meskipun pihak Kepolisian Malaysia menyatakan demonstrasi BERSIH 4.0 sebagai aksi ilegal.

Demonstrasi yang dilakukan oleh BERSIH bukan merupakan yang pertama kali. Demonstrasi tahun ini yang diberikan nama “BERSIH 4.0” merupakan gerakan yang keempat kali dilakukan. Gerakan ini sebelumnya dilaksanakan pada 2007, 2011 dan 2012, dengan bermacam-macam tuntutan. Beberapa tuntutan yang dilancarkan pada BERSIH 4.0 antara lain: pemilu bersih (clean elections), pemerintahan bersih (clean governments), hak untuk berpendapat (right to dissent), perkuat sistem demokrasi parlementer (strengthening parliamentary democracy) dan menyelamatkan keadaan ekonomi (save the economy).

Orang yang berada di balik gerakan BERSIH 4.0 adalah Maria Chin Abdullah (58), istri dari aktivis Yunus Ali (Alm.) yang sebelumnya juga memimpin gerakan BERSIH.

Mahathir Mohamad

Perdana Menteri Najib mengomentari aksi demonstrasi ini dengan mengatakan para pengunjuk rasa miskin nasionalisme da asal tuduh.

Sebuah hal yang mengejutkan terjadi pada hari pertama demonstrasi BERSIH 4.0 dilaksanakan. Tanpa diduga, Mahathir Mohamad, yang tiada lain mantan Perdana Menteri Malaysia dan mantan petinggi UMNO (United Malays National Organisation), mengunjungi para demonstran bersama istrinya, Siti Hasmah Ali pada sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Kehadiran Mahathir tentu saja mengejutkan banyak orang, dikarenakan partai-partai yang tergabung dalam kelompok oposisi Pakatan Rakyat juga mengusung dan mendukung gerakan BERSIH 4.0. Sedangkan UMNO, koalisi pendukung pemerintah dimana Mahathir pernah memimpin, jelas tidak mendukung gerakan BERSIH 4.0 ini.

Di hari kedua, Mahathir Mohamad betul-betul bergabung dengan para demonstran dan memberikan orasi singkat. Gara-gara orasi ini, dikabarkan Mahathir dipanggil polisi untuk diperiksa atas tuduhan menjelek-jelekkan pemerintah.

Angin Reformasi?

Pada 1 September 2015 kondisi di Malaysia sudah berjalan seperti sedia kala. Namun, gerakan seperti BERSIH 4.0 ini tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Pemerintah Malaysia. Keberhasilan gerakan ini dalam menghimpun semua etnik mayor di Malaysia (Melayu, Tiongkok, India) merupakan bukti ketidakpuasan masyarakat Malaysia terhadap Pemerintahan Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Najib. Apalagi baru saja tokoh dan intelektual dunia menuntut pembebasan Anwar Ibrahim dari penjara, dimana menurut mereka, kasus sodomi tersebut hanyalah tuduhan bermotif politik. Kalau diperhatikan, kondisi yang dihadapi Pemerintah Malaysia hari ini hampir sama dengan yang dihadapi oleh Mantan Presiden Suharto pada Reformasi 1998.

Di tengah ancaman krisis ekonomi yang lebih parah, isu kebebasan berbicara dan berpolitik, serta menurunnya popularitas pemerintah Malaysia dan juga menurunnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, juga dampak dari gerakan BERSIH 4.0 dan diperiksanya tujuh orang petinggi gerakan ini, kita pantas bertanya: inikah tanda angin reformasi di Malaysia?

***

Penulis adalah Ketua Umum KAMMI Komisariat Universitas Hasanuddin, Makassar, dan juga Monitoring Officer wilayah Sulawesi Selatan di Indonesian Interfaith Weather Station (IIWS). Penulis menempuh studi Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Tulisannya dimuat di berbagai media, seperti The Jakarta Post, Tribun Timur, Muhammadiyah Studies, Jurnal KAMMI Kultural dan lainnya.

Tulisan ini diterbitkan oleh Harian Tribun Timur (Grup Gramedia) edisi 5 September 2015.

Advertisements

7 thoughts on “BERSIH 4.0: Angin Reformasi di Malaysia?

  1. praditalia says:

    Gimana sih caranya nulis biar sarat informasi kayak gini? Oh… i see, banyak baca ya. Nanya sendiri, jawab sendiri wkwkwkwk

Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: