Noted

300px-SÁM_66,_75v,_death_of_Baldr

Meski pendapat Laurance Perrine (1959) boleh dianggap kuno, tetapi masih bisa memberi gambaran tentang dua kategori sastra, yang dia sebut sebagai escape literature dan interpretative literature, yang masing-masing punya kelas pembaca sendiri (Sunaryono Basuki Ks. dalam Mozaik Sastra, 2005). Sastra yang termasuk kategori pertama, ditulis semata-mata untuk menghibur, sekedar mengisi waktu luang. Sastra jenis ini justru membawa pembacanya menjauh dari kenyataan kehidupan, dan membuat pembacanya lupa akan masalah yang dihadapinya. Tujuannya cuma memberi kesenangan atau hiburan saja.

View original post 349 more words

Advertisements

2 thoughts on “

  1. izin meninggalkan jejak di sini, alangkah baiknya kalau kita saling follow 🙂

Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: