Kematian

KematianAda seorang pemuda, berkebangsaan Kuwait. Beliau masih muda, wajahnya putih gagah dan berasal dari keluarga kaya terhormat.

Beliau pergi ke Thailand untuk berlibur. Kemudian tinggal di sebuah hotel di sekitar Bangkok. Sebagai pemuda yang sedang liburan, berasal dari keluarga kaya, berwajah ganteng dan sedang haus nafsu syahwat, maka ia kemudian memesan satu orang wanita pekerja seks.

Beliau kemudian membawanya ke hotel dimana beliau menginap selama di Bangkok. lalu mendekap dan menggauli wanita yang bukan istrinya itu. Pada saat puncak kenikmatan itu beliau rasakan, Allah subhanahu wa ta’ala menakdirkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawa anak muda tersebut. Krek! Dan nyawanya lunas di pelukan seorang wanita tidak halal yang beliau sewa untuk memuaskan nafsu syahwatnya itu. Mati dalam bentuk yang tidak diridhoi Allah swt.

Sahabat, pernahkah kita membayangkan, waktu yang anda gunakan untuk membaca tulisan ini adalah waktu terakhir sebelum waktu dimana malaikat Izrail mencabut nyawa anda. Coba kita kira-kira, apa jadinya jika ternyata setelah mengkalkulasi timbangan kebaikan dan dosa yang telah kita lakukan, lalu Allah SWT memberitahu bahwa kesempatan kita untuk memperbaiki kesalahan dan berbuat kebaikan hanya sampai besok pagi, dua hari lagi, satu pekan lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi, atau kapanpun jangka waktu itu.

Sahabat, coba lihat semua harta yang kita miliki saat ini. Mungkin rumah, kendaraan dan benda-benda berharga yang kita miliki. Renungkanlah, semua itu akan kita miliki, akan kita nikmati dan akan kita banggakan, hanya sampai umur yang Allah SWT berikan kepada kita berakhir. Maka telahkah kita tunaikan semua kewajibannya? Zakatnya? Dan lainnya.

Ada satu kisah lagi. Ada dua pemuda Arab Saudi, berasal dari Riyadh dan juga berasal dari keluarga yang kaya.

Dua pemuda ini meminta izin kepada orangtuanya untuk beribadah umrah di Mekkah. Maka berangkatlah keduanya. Setelah sampai di Bandara, karena belum memesan tiket, maka keduanya berbincang lama dan berkesimpulan untuk mengubah rencana umrah menjadi liburan ke Eropa -tentu saja bersama beberapa wanita nantinya. Di tengah pembicaraan atas rencana itu, tanpa disadari pemuda ini, ada seorang orangtua yang mendengarnya. Kemudian, dengan niat baik dan ikhlas, maka orangtua ini kemudian menasehati kedua pemuda ini. Tapi tak ada tanda-tanda kesadaran dari raut wajah kedua pemuda ini.

Maka dibelilah tiket menuju Eropa. Ketika keduanya berada di tangga pesawat, lalu Allah SWT meniupkan kesadaran ke dalam pikiran mereka. Tiba-tiba keduanya merobek-robek tiket ini dan membatalkan untuk ikut berlibur ke Eropa.

Pemuda ini kemudian teringat kembali perihal perizinan ke orangtua mereka yaitu untuk melaksanakan umrah. Maka keduanya kemudian menuju Mekkah dan melaksanakan umrah sekitar 10 hari dengan penuh kesadaran. Setelah 10 hari ini, keduanya kemudian memesan kendaraan ke Riyadh untuk pulang ke rumah mereka. Di tengah perjalanan menuju Riyadh, tiba-tiba kendaraan ini meledak. Semua mati tak bersisa.

Sahabat, lihatlah arah perputaran jarum kematian itu. Seandainya pemuda ini tak menghiraukan pesan sang tua, seandainya tiket menuju Eropa itu tidak mereka robek-robek, seandainya kedua pemuda ini benar-benar tidak melaksanakan umrah dan bertaubat: apa jadinya? Apa yang akan terjadi di akhir kehidupan mereka? Tentu saja kedua pemuda ini mati dalam keadaan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT. Tapi alhamdulillah keduanya mati setelah menunaikan umrah dan dalam keadaan bertaubat kepada Allah SWT.

Sahabat, pernahkah kita membayangkan, seperti apa kelak kita akan mati?

Bogor, 7 November 2011

Muh. Ihsan Harahap

Advertisements

3 thoughts on “Kematian

  1. kamila ^^ says:

    ssubhanallah, tadzkirah yang luar biasa! syukron..

Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: